23/01/13

Etnik Batak di Sumatra Utara: 46.35 Persen Menganut Agama Islam dan 47.30 persen Agama Kristen

Baca juga
Sejarah Kota Medan (24): Pewarta Deli, Surat Kabar Legendaris di Medan (1909-1946); Didirikan oleh Dja Endar Moeda (1861-1926)
Gelar Doktor Pertama di Indonesia: Dr. Ida Loemongga, PhD, Doktor Perempuan Pertama di Indonesia

Populasi etnik Batak di Indonesia merupakan sub populasi terbanyak ketiga setelah etnik Jawa dan etnik Sunda. Jumlah etnik Batak di Indonesia hasil Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak  8,432,328 jiwa. Berdasarkan kode etnik BPS, etnik Batak terdiri dari tujuh sub etnik. Populsi masing-masing sub etnik adalah sebagai berikut:  Batak Angkola (623,214 jiwa), Batak Karo (1,232,655 jiwa), Batak Mandailing (1,742,673 jiwa), Batak Pakpak Dairi (180,393 jiwa), Batak Simalungun (441,382 jiwa), Batak Tapanuli/Sibolga (539,567 jiwa) dan Batak Toba (3,672,443 jiwa).


Di Sumatra Utara terdapat tujuh etnik yang terbilang signifikan jumlahnya yakni etnik Batak, etnik Jawa, etnik Melayu, etnik Nias, etnik Tionghoa, etnik Minang dan etnik Aceh. Etnik Batak sendiri yang paling banyak jumlahnya, terdapat sebanyak 46.35 persen beragama Islam, sementara sebanyak 47.30 persen menganut agama Kristen dan 6.25 persen menganut agama Katolik. Sedangkan sisanya sebanyak 0.08 persen terdiri dari agama Hindu, Budha, Khonghucu dan lainnya. Ini menunjukkan di Sumatra Utara bahwa etnik Batak penganut agama Islam dan agama Kristen tampak berimbang.

11/01/13

ULTAH Kedua BLOG ‘Tapanuli Selatan Dalam Angka’: 100.000 Pageview

Blog ini diperkenalkan (launching) pada tanggal 11 Januari 2011 (11-1-11). Ini berarti bulan Januari 2013 adalah ulang tahun yang kedua (Ultah-II) blog ‘Tapanuli Selatan Dalam Angka’. Pada Ultah-I, artikel penutup adalah artikel dengan judul “ULTAH Pertama BLOG ‘Tapanuli Selatan Dalam Angka’: 100 Artikel dan 26.000 Pageview”. Pada Ultah-II hari ini ditutup dengan judul tersebut di atas: “ULTAH Kedua BLOG ‘Tapanuli Selatan Dalam Angka’: 100.000 Pageview”. Dalam satu tahun ini jumlah artikel hanya bertambah sebanyak 25 artikel. Jumlah ini terbilang sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 100 artikel. Namun secara kuantitas produksi tulisan tetap konstan karena pada waktu yang sama saya juga harus membagi waktu untuk tiga blog yang lain. Blog-blog tersebut adalah: