21/09/14

Bag-4. Sejarah MANDAILING: ‘Pertumbuhan Ekonomi Kopi dan Perkembangan Pendidikan Pribumi’



Bag-4. Sejarah MANDAILING: ‘Pertumbuhan Ekonomi Kopi dan Perkembangan Pendidikan Pribumi’

Bag-5. Sejarah MANDAILING: ‘Suksesi Yang Dipertoean Kotta Siantar’

Bag-6. Sejarah MANDAILING: ‘Pendidikan di Mandheling Terbaik di Sumatra’s Westkust’

Bag-7. Sejarah MANDAILING: ‘Controleur di Groot Mandheling, Berkedudukan di Panjaboengan’

Bag-8. Sejarah MANDAILING: ‘Buku Karya A.P. Godon Terbit dan Toleransi Perbudakan’

Bag-9. Sejarah MANDAILING: ‘Ibukota Afdeeling Mandheling en Ankola Pindah ke Padang Sidempoean’

Bag-10. Sejarah MANDAILING: ‘Willem Iskander Berangka Lagi ke Negeri Belanda’

Bag-11. Sejarah MANDAILING: ‘Willem Iskander Meninggal Dunia di Belanda’

Bag-12. Sejarah MANDAILING: ‘Pembebasan Budak di Mandailing, Gratis’

Bag-13. Sejarah MANDAILING: ‘……..’

02/09/14

Bag-3. Sejarah MANDAILING: ‘Koffij-Stelsel, Willem Iskander Mendirikan Kweekschool di Tano Bato’


*Kronologi berdasarkan berita dalam surat kabar tempo doeloe

Koffij-cultuure yang diperkenalkan Belanda di Mandheling dimulai tahun 1841. Adalah Inggris yang memperkenalkan kopi di Mandheling. Belanda ala koffij-cultuure hanya sekadar melanjutkan yang sudah ada. Produksi kopi sebelum Belanda datang (1833) sudah ada dan bahkan sudah diperdagangkan (1818). Kemudian, 20 tahun kemudian, sejak koffij-cultuure dimulai, Belanda menganggap perlu untuk meningkatkan hasil melalui Koffij-stelsel.

***
Akhir November 1854, sudah ada dua pemuda Mandheling, Si Asta dan Si Angan yang tiba di Batavia. Mereka ini adalah anak-anak potensial yang ingin studi tentang kesehatan (bedah dan kebidanan) di sekolah tinggi kedokteran pribumi di Batavia. Pilihan orangtua anak-anak ini, sangat masuk akal, sebab di Mandheling selain wabah penyakit masih sering muncul (inpeksi) juga persoalan pertolongan kelahiran.  Ahli kesehatan yang ada, hanya cukup untuk orang-orang Belanda dan itupun biasanya ditempatkan di tangsi-tangsi militer. Bagi masyarakat Mandheling yang sudah lama menderita (padri dan koffij-cultuure), adanya penyakit dan masalah-masalah persalinan akan menambah penderitaan bagi penduduk. Sudah waktunya ada yang mengatasi secara baik dan modern. Inilah misi para anak muda ini studi kedokteran ke Batavia.
.
Sementara itu, seorang pemuda bernama Si Sati yang dikenal kemudian sebagai Willem Iskander, sudah pula berada di Belanda sejak 1857 untuk studi dalam pendidikan guru (kweekschool). Willem Iskander adalah guru di sekolahnya sendiri, sejak ia lulus tahun 1855 diangkat menjadi guru untuk menggantikan gurunya yang berbangsa Belanda. Willem Iskander menganggap bahwa kebutuhan guru sangat mendesak, karena masyarakat memerlukan pendidikan. Untuk memenuhi guru-guru formal ini (pendidikan guru), Willem Iskander mendiskusikan dengan mentornya, A.P. Godon. Kedua orang ini memiliki visi dan misi yang sama. Karena itulah Willem Iskander berambisi untuk sekolah guru ke Negeri Belanda.